Didasari Niat Peduli Sesama, Kiprah DDS Semakin Meluas 

Teegus Setiawan, Ketua DDS. Foto : Ist

MEDIAHISTORI.CO.ID,PRINGSEWU-Dengan didasari niat dan tekad untuk peduli terhadap sesama, seorang warga di Kabupaten Pringsewu berinisiatif membentuk sebuah organisasi relawan yang saat ini dikenal dengan nama Donor Darah Sukarela (DDS). Organisasi ini fokus dalam kegiatan sosial, baik di bidang kesehatan, perekonomian, hingga bidang-bidang sosial kemasyarakatan lainnya.

Adalah Teguh Setiawan, warga Pringsewu Selatan. Awal mula dia memulai aksinya, pria kelahiran tahun 1974 ini membuat grup facebook yang diberinya nama Gerakan Donor Darah Sukarela pada tahun 2012 silam. Grup media sosial ini dibuatnya dengan tujuan mengajak orang lain untuk mendonorkan darah kepada siapapun yang membutuhkan.

Selain kepedulian sosial, dibuatnya grup ini juga didorong oleh pengalaman pribadinya yang kala itu membutuhkan donor darah untuk orang tuanya. Saat itu, orang tuanya dirawat di RSUD Pringsewu dan memerlukan transfusi darah sebanyak 4 (empat) kantong.

“Saat itu saya menelpon dua orang teman,  dan ternyata yang datang justru enam orang. Saya bersyukur ada kemudahan, meskipun itu juga terakhir bapak saya tidak dapat tertolong lagi,”ungkapnya saat berbincang-bincang di Kantor Sekretariat DDS, Jl. Ki Hajar Dewantara No.109 RT/RW 09/03, Pringsewu Selatan, Kabupaten Pringsewu, Rabu (5/1/2022).

Di waktu yang hampir bersamaan saat itu, ayah dua anak ini melihat paniknya orang lain yang juga mencari pendonor darah. Ada yang kebingungan, menangis, menelepon sana-sini, bahkan sampai ada yang berlarian karena darurat.”Mengingat itu, akhirnya setelah usai 100 hari (meninggal) orang tua saya, saya berfikir untuk membuat grup facebook tersebut,”kenangnya.

Dia pun tidak menyangka keberadaan grup sosial media yang dia buat tersebut semakin lama mendapat tanggapan positif dari banyak pihak.”Akhirnya, saya bersama rekan-rekan lainnya sepakat membentuk sebuah organisasi relawan, yang awalnya kami beri nama Donor Darah Sukarela Pringsewu (DDSP). Intinya, semua didasari rasa empati kami, kepedulian, dan rasa ingin menolong siapa saja yang membutuhkan donor darah,”ujarnya yang sehari-hari juga bertugas sebagai Kepala SMKN 1 Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat ini.

DDSP secara resmi terbentuk pada  tanggal 3 Februari 2016, namun menurutnya saat itu organisasi relawan ini belum tercatat di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) layaknya organisasi lainnya. Sebab, awal terbentuk waktu itu baru ada beberapa personil relawan yang bergabung, bekerja sama dan saling bahu membahu untuk kegiatan kemanusiaan.

“Pada saat itu kita tidak hanya donor darah, perkembangan itu sampai 2018 akhirnya kita bergerak dibidang kemanusiaan. Kita mendampingi orang sakit, bedah rumah, bagi sembako, mencarikan (donatur) kursi roda bagi yang memerlukan. Setelah melalui proses, barulah di tahun 2020 surat izin dari Kemenkumham kita terbit dengan nama Donor Darah Sukarela Pringsewu (DDSP),”jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, ternyata kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan oleh DDSP ini menarik perhatian daerah lain, bahkan  relawan dari kabupaten lain menyampaikan keinginannya untuk ikut bergabung dalam kegiatan sosial yang dilakukan DDSP. Akhirnya,  agar kegiatan sosial yang dilakukan tersusun dengan baik, mereka dibantu DDSP sudah terbentuk itu membentuk kepengurusan-kepengurusan di daerahnya.

Setelah banyak yang bergabung, lanjutnya, pihaknya merasa tidak indah untuk disuarakan jika nama Donor Darah Sukarela Pringsewu (DDSP) disandingkan dengan kabupaten lain, misalnya Donor Darah Sukarela Pringsewu-Tanggamus. Oleh sebab itu, agar nama organisasi bersifat umum, maka di awal tahun 2022 ini digelarlah rapat anggota dari beberapa kabupaten dan disepakati DDSP berubah nama menjadi Donor Darah Sukarela (DDS).

“Hasil keputusan rapat itu kembali diajukan ke notaris untuk mengganti kembali pergantian nama di Kemenkumham dengan nama Donor Darah Sukarela (DDS). Untuk DDS Pringsewu merupakan Pimpinan Pusat yang direncanakan akan dideklarasikan pada pertengahan bulan Januari ini. Selanjutnya di bulan September hingga November mendatang kita akan membuat AD/ART untuk kepengurusan Pimpinan Pusat,”terang Ketua DDS ini.

Saat ini, imbuh Teguh, sudah ada Ada 6 Pengurus Cabang yang sudah di SK- kan yaitu DDS Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, Lampung Tengah, Pesawaran, Bandar Lampung, dan Metro. Di awal Januari 2022 ini akan bertambah 5 cabang lagi, yaitu di Lampung Timur, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Way Kanan.”Bahkan dari luar Lampung pun sudah ada yang menghubungi kita, yakni dari Jawa Barat dan Sumatera Selatan,”tandasnya.

Sementara terkait struktur kepengurusan, pihaknya juga sudah merancang susunannya, bahkan mulai dari pusat, wilayah, hingga cabang. Untuk wilayah dan cabang, bidang yang dirancang yakni bidang Organisasi dan Hukum, Public Relations, Pemberdayaan, Kebangsaan atau Bela Negara, Logistik dan Publikasi. Sedangkan untuk cabang masih sama dengan yang lama yaitu bidang Pendampingan Pasien Tidak Mampu, Bedah Rumah, Donor Darah, Penanggulangan Bencana, Logistik, Peduli Thalasemia dan Publikasi.

Sedangkan mengenai pendanaan, DDS mendapatkannya dari donatur, berkampanye penggalangan donasi, dan mengumpulkan barang bekas. Dengan cara itu, pihaknya berharap roda organisasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan mulianya.”Untuk aksi sosial kami ada juga pembagian baju bekas layak pakai untuk hari raya, operasi bibir sumbing gratis, sunatan gratis, harapan saya semoga kegiatan ini dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan dan ini tentunya akan bergerak secara nasional,”harapnya.(adi/ded)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *