WAY KANAN – Kepala Dinas Ketahanan Panganan dan holtikultura Kabupaten Way Kanan Ir.Maulana, memastikan pupuk bersubsidi ada di kios-kios pada awal Febuari 1024 ini,
berdasarkan informasi yang
disampaikan dari Kementerian Pertanian, bahwa untuk awal tahun 2024 alokasi pupuk bersubsidi jika dibandingkan dengan e-RDKK yang telah disusun oleh petugas rata-rata jumlahnya lebih rendah yaitu sebesar 56% untuk Urea dan 29% untuk NPK. Hal tersebut dikatakan Maulana kepada Media Histori diruang kerjanya, Senin (05/02/2024) lalu.
Menurut Maulana, dari e RDKK itu yang menyebabkan volume turun, kemudian ada prubahan cara penebusan pupuk dan sekarang masa transisi kebijakan pemerintah pusat.
“Petani bisa menebus menggunakan KTP, petani harus datang ke kios membawa KTP kemudian di foto di lokasi kios tersebut kemudian fotonya di kirim ke aplikasi kementerian. Berkenaan kenapa di katakan langka, karena pupuk bersubsidi untuk para petanu memang tidak mencukupi”, terangnya.
Masih menurut Kadis Ketahanan panganan dan holtikultura Kabupaten Way Kanan ini, sistem menggunakan Aplikas dan menebus menggunakan KTP serta foto dilokasi Kios, yang seperti ini pasti semuanya memberatkan petani.
“Tapi kita sudah sampaikan pada distributor, ini namanya mekanisme ya harus kita ikuti. Sistem seperti inilah yang mengakibatkan pengiriman pupuk bersubsidi mengalami ke terlambatan”,keluh Maulana. (Mlji)






