Rafin’s Snack”, Produk UMKM Pringsewu Yang Tembus Pasar Luar Negeri

Pemilik Rafin's Snack saat mengikuti event Expo Food Afrika di Mesir selama 3 hari yang diikuti sekitar 20 Negara, pada Desember 2021 lali. Foto : Ist

MH,PRINGSEWU – Rumah Rafin’s Snack dengan tagline atau jargon “Snacknya Anak Bangsa” merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Pringsewu. Produk unggulannya berupa makanan ringan yang dihasilkan dari olahan bahan-bahan lokal. Penjualannya pun kini sudah mulai merambah keluar kabupaten, bahkan luar negeri.

Usaha produk makanan ringan tersebut didorong oleh tekad dan keinginan seorang pemuda untuk menghasilkan produk dalam negeri dengan harga terjangkau, namun tetap bersaing dalam hal kualitas. Dia adalah M. Ravie Cahya Ansor, warga asli Pringsewu, yang kini terus berinovasi mengembangkan usahanya tersebut.

“Alhamdulillah,  baru berjalan tiga tahun lebih Rafin’s Snack penjualannya saat ini tidak hanya di dalam negeri, tapi sudah mulai merambah keluar negeri,”ungkap Rosfawati, ibu pemilik usaha makanan ringan tersebut mengawali kisah usaha anaknya saat ditemui di Rumah Rafin’s Snack, Jl. Jendral Sudirman No.02 RT 3 RW 3, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, Minggu (9/1/2022).

Rosfawati pun menceritakan awal mula usaha itu dibangun pada Agustus 2018 lalu.  Saat itu, anaknya (M. Ravie Cahya Ansor) sekaligus selaku pemilik usaha tersebut masih kuliah disalah satu universitas di Jakarta dan melaksanakan tugas kampus, yakni Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Singapura. Saat PKL itulah Ravie melihat banyak makanan ringan seperti keripik kulit ikan yang harganya cukup mahal namun masih banyak pembelinya.

“Nah dari situlah mas Ravie (panggilan akrab anaknya) timbul ide untuk membuat produk makanan ringan, dengan bahannya dari lokal untuk dijadikan produk anak bangsa yang walaupun bahan lokal dengan harga terjangkau namun kualitas rasanya tetap dapat bersaing,”kisahnya.

Dari awal, produk usaha  tersebut memang langsung mendapat sambutan baik dari konsumen, dan semakin diminati. Itulah yang membuat pemilik usaha ini semakin semangat untuk menggeluti usaha tersebut.”Karena anak saya waktu itu masih kos di Jakarta jadi dia bawa pulang dan membuat usaha di Pringsewu ini, sementara dia melanjutkan kuliahnya dan saya yang meneruskan usaha ini,”ulasnya.

Saat ini, ada 6 (enam) produk olahan makanan yang diproduksi oleh Rafins Snack. Diantaranya adalah Fish Skin Spicy rasa telur asin yang bahan dasarnya dari kulit ikan patin, lalu ada cemilan dari bahan olahan lain seperti potato, banana, singkong, dan ubi serta talas. Sampai saat ini, perkembangannya pun semakin pesat dan banyak diminati serta mendapat dukungan juga dari Pemerintah Daerah Pringsewu.

Atas ketekunan dan inovasi dalam menghasilkan produk, Rafin’s Snack di tahun 2021 berhasil meraih juara UMKM Inovatif terbaik tingkat Nasional, BPOM Award tingkat Provinsi Lampung dan juara III tingkat Nasional, serta masuk 8 besar salah satu unit pengelolaan ikan terbaik. Masih di tahun 2021, tepatnya bulan Desember 2021 lalu, Rafin’s Snack juga berkesempatan mengikuti Expo Food Afrika di Mesir selama 3 hari yang diikuti sekitar 20 Negara.

Bahkan pada tanggal 8 September 2021 lalu, Rumah Rafin’s Snack dikunjungi Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi serta bupati Pringsewu H.Sujadi Saddat.”Itu merupakan support yang luar biasa bagi kami,”ujarnya.

Untuk mendapatkan pengakuan banyak pihak atas produk tersebut dan agar bisa bersaing di pasaran lokal maupun luar negeri , tentu bukan hal yang mudah. Sebab menurutnya, banyak proses yang harus dilalui. Yakni, produk UMKM yang diolah harus mengutamakan kualitas dan usaha yang dibangu mengikuti peraturan yang berlaku, mulai dari Perizinan Usaha, Sertifikat Halal, BPOM, SNI dan perizinan penunjang lainya.

“Harus diakui memang banyak UMKM kita yang belum memiliki izin BPOM atau yang lainya. Sebenarnya itu tidak terlalu sulit, kita ikuti saja alur proses dan peraturannya. Itu sangat bermanfaat pada produk kita, karena sudah ada izin BPOM sudah pasti produk kita memiliki standar mutu yang bagus. Bahkan, kami saat ini mulai berbenah dan sedang proses izin untuk standar Internasional. Artinya, semua ketentuan dan peraturan kita lalui,”tandasnya.

Melihat banyaknya produksi UMKM yang ada di Pringsewu, Rosfawati mengajak untuk melengkapi perizinan – perizinan untuk menunjang usaha agar dapat berkembang, karena dia yakin produk UMKM Pringsewu sangat baik.”Jikapun para usaha UMKM itu belum mengerti bagaimana proses pembuatan izin maka kiranya dinas terkait dapat mengkoordinir dan mensosialisasikannya pada mereka dengan tujuan UMKM Pringsewu dapat maju dan berkembang,”pungkasnya.(adi/ded)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *